Jeddah | Langit sedang remang ketika pukul 11.00 waktu Arab Saudi, atau pukul 04.00 Wita, ketika pesawat yang membawa rombongan jemaah Umrah Safina Safari Haramain akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.
Rombongan meninggalkan tanah Lombok menuju bandara Kuala Lumpur, Malaysia, 10 Februari 2026. Dari Bandar Udara Internasional Lombok, langkah-langkah penuh bahagia itu mengarah ke satu tujuan mulia: Tanah Suci.
Setelah terbang panjang sembilan jam dari Malaysia ke Jeddah, rasa syukur pun mengalir dari setiap wajah.
Lelah perjalanan terbayar dengan senyum, doa, bercampur perasaan haru. Seluruh jemaah tiba dengan keadaan sehat dan penuh kegembiraan.
Sepanjang perjalanan, para jemaah tidak pernah dibiarkan berjalan sendiri. Pendampingan ketat dilakukan oleh tim Safina, dibimbing langsung oleh Tuan Guru Ahmad Zainuri, adik dari Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini.
Sejak keberangkatan dari Lombok hingga transit di Kuala Lumpur, seluruh kebutuhan jemaah, mulai dari makan dan minum di pesawat, hingga konsumsi di ruang tunggu bandara, dikontrol penuh oleh para pendamping dan petugas lapangan Safina.
Ketelatenan para pendamping menjadi penopang utama perjalanan ini. Satu per satu jemaah dipastikan tetap bersama rombongan, tidak ada yang tercecer, tidak ada yang tertinggal. Begitu juga barang barang bawaan seluruh jamaah, dipastikan tiada tertinggal, atau tercecer.
Kebersamaan dan rasa aman itu menjadi energi tersendiri bagi para jemaah dalam menempuh perjalanan panjang menuju Tanah Suci.
Setibanya di Arab Saudi, rangkaian ibadah pun telah menanti. Para jemaah dijadwalkan melaksanakan ziarah di Kota Madinah setelah menunaikan salat di Masjid Nabawi. Perjalanan spiritual berlanjut ke sejumlah situs bersejarah Islam, seperti Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Jabal Uhud, kawasan Khandaq, hingga kebun kurma—jejak-jejak perjuangan Rasulullah SAW yang sarat makna.
Pada Jumat, 13 Februari 2026, perjalanan akan berlanjut dari Madinah menuju Makkah. Para jemaah mengambil miqat dan berniat ihram di Masjid Bir Ali sebelum melangkah menuju Masjidil Haram untuk menunaikan ibadah Umrah.
Hari-hari berikutnya akan diisi dengan rangkaian ibadah salat dan doa di Masjidil Haram, memanfaatkan setiap detik di hadapan Ka’bah.
Memasuki Senin, 16 Februari, jemaah melanjutkan agenda ziarah ke Thaif, termasuk mengunjungi Masjid Abdullah bin Abbas. Puncak kekhusyukan terasa pada 18 Februari 2026, bertepatan dengan 1 Ramadan, ketika seluruh rangkaian ibadah dilaksanakan penuh di Masjidil Haram, mengawali puasa pertama di Tanah Suci.
Ziarah akan berlanjut pada Kamis, 19 Februari, dengan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah di Makkah seperti Jabal Nur, Jabal Tsur, Jabal Rahmah di Arafah, Mina, Muzdalifah, hingga Masjid Ji’ranah, sekaligus melaksanakan Umrah ketiga. Hari-hari terakhir difokuskan untuk memperbanyak ibadah di Masjidil Haram, sebelum rombongan mengunjungi Museum Al Amoudi dan bertolak kembali ke Jeddah.
Hingga pada Minggu, 22 Februari 2026, perjalanan panjang selama 14 hari ini akhirnya akan kembali membawa rombongan ke tanah air melalui Kuala Lumpur menuju kampung halaman di Nusa Tenggara Barat.
Owner Tour and Travel Safina, Ahmad Zaki Attamimi, menjelaskan, kali ini, Safina memberangkatkan 123 jamaah, yang merupakan gelombang pertama dari tiga gelombang keberangkatan awal Ramadan 1447 H/2026. Total jamaah yang diberangkatkan selama Februari 2026 mencapai 290 orang.
Ia menambahkan, Safina juga telah menjadwalkan keberangkatan lanjutan hingga akhir Ramadan, termasuk program 16 hari akhir Ramadan yang direncanakan berangkat pada 9 Maret 2026.
“Jamaah kami posisikan sebagai tamu Allah. Karena itu, kami berusaha memberikan layanan paling maksimal,” demikian Ahmad Zaki. (bul)












